1. TIDUR PARA CENDIAKAWAN Tidur terlentang sambil berfikir tentang kejadian langit dan bumi.
2. TIDUR PARA ULAMA' & AHLI IBADAH Miring ke sebelah kanan untuk memudahkan terjaga untuk solat malam.
3. TIDUR PARA RAJA YANG HALOBA Miring ke sebelah kiri untuk mencernakan makanan yang banyak dimakan.
4. TIDUR SYAITAN Menelungkup / tiarap seperti tidurnya ahli neraka
x
Dalil:
1. Dari ‘Abbad bin Tamim, dari pamannya bahwa ia pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidur terlentang di masjid dalam keadaan meletakkan satu kaki di atas lainnya. [HR. Bukhari no. 475 dan Muslim no. 2100]
2. “Dikhususkan arah kanan tidur karena ada beberapa faidah, di antaranya lebih cepat untuk sadar (bangun shalat malam).” [Fathul Bari lIbnl Hajar Al-Asqalani]
3. “Tidur berbaring pada sisi kanan dianjurkan dalam Islam agar seseorang tidak kesusahan untuk bangun shalat malam. Tidur pada sisi kanan lebih bermanfaat pada jantung. Sedangkan tidur pada sisi kiri berguna bagi badan (namun membuat seseorang semakin malas)” [Zaad Al-Ma’ad, 1:321-322]
“Cara tidur sebelah kiri ditegaskan oleh para dokter/tabib bahwa hal tersebut ada manfaat bagi badan, mereka menyarankan supaya hendaklah memulai berbaring ke arah kanan beberapa waktu kemudian berbalik ke arah kiri karena keperluan antaranya menyebabkan mudah turunnya makanan.”[Ibnul Jauziy]
4. Dari Ibnu Tikhfah Al Ghifari, dari Abu Dzarr, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lewat di hadapanku dan ketika itu aku sedang tidur tengkurap (meniarap). Beliau menggerak-gerakkanku dengan kaki beliau. Beliau pun bersabda, “Wahai Junaidib, tidur seperti itu seperti berbaringnya penduduk neraka.” [HR. Ibnu Majah no. 3724. Al Hafizh Abu Thohir]
Namun kalau terdesak adalah dibolehkan..
“Tidak sepatutnya seseorang tidur tengkurap lebih-lebih lagi dilakukan di tempat yang terbuka. Karena jika orang banyak melihat tidur semacam itu, mereka tidak suka. Namun jika seseorang dalam keadaan sakit perut, dengan tidur seperti itu membuat teredam (mengurangkan) sakitnya, maka seperti itu tidaklah mengapa karena dilakukan dalam keadaan terdesak.” [Syarh Riyadhus Sholihin, 4: 343]
Terdapat satu lagi posisi tidur yang dilarang:
Dari Abi Hurairah Radhiyallahu ‘anhu ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jika salah seorang diantara kalian berada di bawah matahari, kemudian bayangan beringsut darinya sehingga sebagian tubuhnya berada di bawah matahari dan sebagiannya lagi terlindung bayangan, maka hendaklah dia berdiri (maksudnya tidak tetap berada di tempat tersebut)” [H.R Abu Dawud (4821), Ahmad 2/383]
No comments:
Post a Comment